Wednesday, June 16, 2010

Asrama Yayasan Soposurung




 
Gerbang depan Asrama Yasop
Apakah kawan-kawan mengetahui, atau setidaknya pernah mendengar tentang Asrama Yayasan Soposurung? Bagi yang belum, aku akan coba bercerita sedikit.

Asrama Yayasan Soposurung (Asrama Yasop) merupakan produk dari sebuah yayasan bernama Yayasan Soposurung. Sesuai dengan namanya, Asrama Yasop berada di desa Soposurung, beberapa kilometer dari Balige, ibu kota Kabupaten Toba Samosir. Toba Samosir merupakan salah satu kabupaten yang beruntung menjadi pewaris Danau Toba, danau indah yang konon merupakan danau vulkanik terluas di dunia. Jangan tanyakan lagi di mana Danau Toba berada. Yang tidak tau letak Danau Toba pasti ga belajar serius waktu pelajaran IPS SD. ^_^


Asrama Yasop di kaki Dolok Tolong
Asrama Yasop lahir dari keprihatinan dari sejumlah perantau Batak terhadap kondisi pendidikan di kampung halamannya, Tano Batak yang kerap juga disebut sebagai Bonapasogit. Puluhan tahun yang lalu, lulusan SMA dari Bonapasogit cukup diperhitungkan sebagai lulusan bermutu tinggi. Pada tahun 1990-an, nama besar itu sudah menguap entah ke mana, tinggallah sekolah-sekolah di Bonapasogit berkualitas ala kadarnya dan hampir tidak pernah kedengaran prestasinya. Para perantau tersebut mencoba mencari solusi keterpurukan ini. Diharapkan pendidikan Bonapasogit tidak semakin tenggelam dan jika memungkinkan dapat kembali bersinar di pentas pendidikan nasional.

Asrama Yasop adalah buah dari keprihatinan sekaligus kepedulian tersebut. Pihak Yayasan Soposrurung bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam satu kolaborasi yang unik. Siswa-siswi Asrama Yasop akan bersekolah di sekolah negeri yaitu SMAN 2 Balige bersama dengan siswa-siswi lainnya. Selepas kegiatan di sekolah, siswa-siswi Asrama Yasop akan masuk asrama dan melakukan berbagai aktivitas yang diharap dapat membangun fisik dan mental siswa-siswi sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh. Sejak tahun 1992, Asrama Yasop setiap tahunnya menampung 40 orang siswa SMA untuk diasramakan (tahun 2008 Asrama Yasop menampung 80 orang siswa dan sejak 2009 menjadi 90 orang siswa).
Siswa yang ditampung sebagian besar adalah anak-anak kampung dari ‘desa na ualu’ sebuah terminologi Bahasa Batak yang berarti dari segala penjuru. Mereka yang kurang mampu secara ekonomi dan memiliki potensi besar menjadi prioritas utama. Seluruh siswa-siswi ini dipilih melalui seleksi yang cukup ketat terhadap utusan-utusan terbaik SMP di Bonapasogit.


Hasilnya tidak mengecewakan. Setelah siswa-siswa Bonapasogit menghilang sekian lama dari percaturan pendidikan, mereka mulai menunjukkan eksistensinya. Salah satu buktinya, sejak angkatan pertama yang diluluskan tahun 1993 sampai dengan saat ini angkatan 19 yang lulus tahun 2011, Asrama Yasop tidak pernah absen mengirimkan kadernya untuk menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu institusi pendidikan terbaik di negeri ini.

Dalam perjalananannya selama belasan tahun, Asrama Yasop secara dinamis bergerak memenuhi tuntutan zaman. Berbagai fasilitas telah ditambah untuk menunjang proses pembinaan siswa-siswi. Pembangunan laboratorium komputer dengan koneksi internet, perpustakaan, student center adalah beberapa diantaranya. Namun, tidak ada yang lebih menarik perhatian masyarakat daripada kebijakan Asrama Yasop untuk menarik dana operasional pendidikan dari siswa-siswi.

Gedung Perpustakaan Asrama Yasop
Memang, hampir selama lima belas tahun Yayasan Soposurung menanggung sepenuhnya biaya operasional Asrama Yasop. Kemudian secara bertahap, pihak yayasan mulai menarik dana operasional pendidikan dari siswa-siswi. Sustainibilitas merupakan aspek terpenting dalam perubahan kebijakan pihak yayasan. Penarikan dana operasional pendidikan seharunya dapat dipahami karena hal tersebut dilakukan bukan atas pertimbangan untung rugi, melainkan untuk menjaga agar Asrama Yasop dapat terus berdiri menggoreskan tinta emas dalam perjalanan pendidikan di Bonapasogit.

Saat ini, Asrama Yasop telah meluluskan 19 angkatan. Para alumni bergabung dalam wadah ikatan alumni bernama Paryasop. Para alumni tersebar di banyak tempat. Ada yang menjadi pegawai negeri sipil, teknokrat, pengusaha. Tentu saja selalu ada yang masih menjadi mahasiswa. Saat ini beberapa alumni juga tengah melanjutkan pendidikan setara S2 dan S3 di luar negeri.

Berbicara tentang karakter, tidak mudah untuk mengatakan pendidikan karakter di Asrama Yasop telah berhasil dengan gemilang atau tidak. Pencapaian para alumni saat ini memang adalah salah satu indikator yang mengatakan bahwa pendidikan di Asrama Yasop cukup baik bagi sebagian siswa-siswi. Namun lebih jauh, sulit untuk memberikan pernyataan pendidikan karakter telah berhasil atau tidak di Asrama Yasop. Selain karena saya merupakan bagian dari keluarga besar Asrama Yasop, para alumni Asrama Yasop juga masih sangat muda (angkatan tertua saat ini masih berumur sekitar 35-36 tahun). Biarlah waktu yang menguji dan membuktikannya.

Satu pertanyaan yang sangat penting, manfaat apa yang diberikan oleh Asrama Yasop bagi Bonapasogit?

Asrama Yasop saat ini bisa dianalogikan sebagai oase di tengah keringnya pendidikan di Bonapasogit. Asrama Yasop menjadi harapan bagi banyak orang untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mengubah nasib menjadi lebih baik.

Asrama Yasop juga memberikan multiplier efek bagi dunia pendidikan di Bonapasogit. SMAN 2 Balige adalah salah satu hasilnya. Meskipun siswa-siswi Asrama Yasop hanya berjumlah 20% dari keseluruhan siswa SMAN 2  Balige, kehadiran mereka memberikan angin segar bagi iklim belajar di sana. Kualitas SMAN 2 Balige jauh lebih baik dibandingkan SMA lain di seluruh penjuru Bonapasogit. Selain itu, SMP juga terkena dampak positif dari Asrama Yasop. Mereka berlomba-lomba membenahi diri agar bisa meluluskan siswa-siswinya ke Asrama Yasop. Secara tidak langsung, kelulusan siswa-siswi masuk Asrama Yasop telah menjadi indikator berkualitas tidaknya SMP itu.

Asrama Yasop juga telah menjadi model bagi banyak pemerintah daerah lain untuk mendirikan lembaga pendidikan sejenis di daerah masing-masing. Sudah banyak sekolah yang mengikuti jejak Asrama Yasop. Beberapa di antaranya adalah SMA Plus Matauli, SMA Plus Sipirok, dan SMA Plus Raya.

Bangunan awal Asrama Yasop
Saat ini, manfaat yang diberikan lulusan Asrama Yasop masih terbatas pada kegiatan sporadis, belum sistematis. Mungkin manfaat terbesar yang tidak terlihat secara jelas adalah bahwa alumni Asrama Yasop adalah tulang punggung ekonomi bagi keluarga besarnya. Kalau kita berhitung kasar, dengan asumsi seorang alumni mengirimkan uang sebesar dua juta rupiah kepada keluarganya di Bonapasogit setiap tahunnya dan jumlah alumni yang bekerja sebanyak 500 orang, alumni Asrama Yasop telah berhasil mengalirkan uang sebesar 1 millyar setiap tahunnya ke Bonapasogit. Nilai yang cukup besar, walaupun sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi alumni Asrama Yasop yang sesungguhnya.

Penghargaan terbesar sepatutnya diberikan kepada Bapak TB Silalahi dan Bapak Gustav Panjaitan yang memegang teguh komitmen meningkatkan kualitas pendidikan Bonapasogit. Penghargaan atas pemikiran visioner dan komitmen yang kini telah berbuah melahirkan generasi gemilang memang layak mereka dapatkan. Pemberian penghargaan juga tentu harus disertai dengan sebuah kesadaran sepenuhnya betapa kini tanggung jawab untuk memajukan Bonapasogit telah beralih kepada generasi yang lebih muda.

Hita na ma nuaeng…
It’s our turn now…
Giliran kita sekarang…

*Penulis adalah Alumni Asrama Yayasan Soposurung. Mengecap indahnya pendidikan Asrama Yasop tahun 2003-2006



8 comments:

  1. Yoi bro...
    Alumni Soposurung, the next ICMI

    ReplyDelete
    Replies
    1. drooping by to my blog, salam blogger 4 blogger sumut!!!!!!!!!!

      Delete
  2. hahaha...
    pengen rasanya sekolah disitu!! setelah tamat smp tahun ini :D

    ReplyDelete
  3. Setelah tamat SMP tahun ini, saya ingin melanjutkan sekolah di SMA Soposurung ini. Karena saya tertarik untuk bersekolah disini. Dan saya yakin SMA Soposurung lah, SMA terbaik di Sumatera Utara. Tapi saya masih belum tahu bagaimana cara mendaftar untuk menjadi calon siswa di SMA ini. Mohon bantuannya ya. Ini alamat email saya: rajasamuel@y7mail.com Terima Kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Raja Samuel, silahkan cek emailnya. mudah-mudahan dapat melanjut di SMA yang berkualitas.

      Delete
  4. sebenarnya mau pintar itu tidak melihat di mana sekolahnya.tapi gimana orangnya.bukan sombong,saya tidak pernah mengenyam pendidikan.bahkan SD(sekolah dasar).tapi saya bisa mengikuti tecnology.contohnya buat Website,ebook,sofware,desain Grafis,membuat Animasi dan lainnya.saya belajar secara otodidak,tidak benar kalau di bilang asal sekolah jadi patokan,toh juga ujungnya jadi koruptor..mendingan Hacker..buktinya blog kamu ini, masa templete clasik,creative dong..

    ReplyDelete
  5. gimana ya hasil seleksinya?gak sabar nih pengen lulus.by:ray immanuel manurung

    ReplyDelete
  6. Sehabis tamat smp tahun ini aku tertarik ke SMA soposurung
    :D
    Gimana syarat2 fisik n intiligentnya?
    Juga sampai sekarang aku bingung apa itu tes kesamaptaan.
    Tolong bantuannya ya bang
    Makasih

    ReplyDelete